Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2011

Hiburan untuk orang Sabar

Kalau ane berkaca pada perjalanan hidup ane, pasti isinya beragam. Ada yang senang, tapi ada juga saat susah, sedih, takut dan lain sebagainya. Kesenangan, keburukan yang datang silih berganti adalah suatu kepastian dalam hidup ini


"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS Al-Anbiya; 21:35)

Jumat, 11 Februari 2011

Marah

Pernah dong marah...
entah itu marah kepada orang lain, marah terhadap keadaan, atau malah kepada orang-orang terdekat kita (orang tua, istri anak atau kerabat)....

berikut hasil penelususuran saya di software salafi db dan beberapa referensi di Internet

Seorangmuslim hendaknya mampu menahan amarah

 
وَالْكَظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

“…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)  orang lain dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 134).


 

Dari Abu Hurairah: seseorang berkata kepada Nabi SAW: "Berilah wasiat kepadaku", Sabda Nabi SAW,"Janganlah engkau mudah marah". Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali, Sabda beliau,"Janganlah engkau mudah marah". (HR Bukhari)

Orang yang mampu menguasai diri ketika marah adalah orang yang kuat


Hadis riwayat Abu Hurairah ra; ia berkata: Bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Bukanlah orang kuat itu dengan menang bergulat, tetapi orang yang kuat itu ialah orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah."


Jangan mengambil keputusan ketika sedang marah
 

Hadis riwayat Abu Bakrah, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Seseorang tidak boleh memutuskan perkara antara dua orang ketika ia sedang marah"

Boleh marah, tapi hanya jika...

dalam sebuah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,
 
ما خيّر النبي صلى الله عليه وسلم بين أمرين إلا اختارأيسرهما ما لم يأثم فإذا كان الإثم كان أبعدهما منه والله ما انتقم لنفسه فى شيء يؤتى إليه قطّ حتى تنتهك حرمات الله فينتقم لله. [رواه البخاري]

“Tidaklah diajukan dua pilihan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali beliau akan memilih yang paling mudah, selama tidak mendatangkan dosa. Jika itu adalah dosa, maka beliau akan menjauhi keduanya, dan demi Allah beliau tidak pernah marah karena urusan pribadi yang beliau hadapi, kecuali jika kehormatan Allah dilanggar maka beliau akan marah karena Allah.” (HR. Bukhari)

Yang sebaiknya dilakukan di saat marah 

Diam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
علّموا ويسّروا ولا تعسّروا وإذا غضب أحد كم فليسكت   

“Ajarilah, berilah kabar gembira dan jangan menyusahkan, bila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR. Ahmad dan Bukhari)

Mengubah posisi
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا غضب أحدكم وهو قائم فليجلس فإن ذهب عنه الغضب وإلا فليضطجع

”Jika salah seorang di antara kalian marah sedang ia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah ia duduk hingga amarahnya hilang. Tetapi jika belum hilang maka hendaklah ia berbaring.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Berwudhu

"Sesungguhnya  marah itu daripada syaitan dan syaitan itu dijadikan daripada api dan sesungguhnya api itu terpadam dengan air. Maka jika sesiapa di antara kamu yang dalam keadaan marah, maka bersegeralah mengambil wudhu." (Hadis riwayat al-Imam Ahmad)

Memaafkan

وَالَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبَآئِرَ اْلإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوْا هُمْ يَغْفِرُوْنَ

“Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.” (QS. Asy Syuura: 37)

Wallahua'lam bishshowab

Jumat, 07 Januari 2011

Dinamika bertetangga

Status facebook seorang teman pekan lalu membuat miris

Di jepara 6 org dlm satu keluarga wafat krn keracunan "tiwul" yg dimakan gara2 g sanggup beli beras ... Ya ampun ironis bgt...ya Alloh angkatlah kesulitan bangsa kami..jauhkan dari segala kekufuran ...

Yang langsung kepikiran adalah istighfar kepada Allah, takut kalau-kalau orang-orang terdekat atau tetangga sendiri yang mengalami hal itu sementara kita hidup cukup.

“Tidaklah beriman kepadaku seorang yang kenyang sedangkan tetangga di sampingnya menderita kelaparan, sementara dia mengetahui.” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar)

Rabu, 29 Desember 2010

Bagaimana sih bersyukur itu

Dalam artikel kemarin telah disebutkan bahwa syukur itu sebenarnya untuk diri kita sendiri. Dan sebaik-baik contoh bersyukur adalah Rasulullah SAW. Sesuai janji kemarin, berikut adalah referensi yang saya dapat untuk masalah syukur ini. Jika ada kawan yang ingin menambahkan silahkan tambahkan di komentar atau via japri ke email

Syukur itu menurut saya bermula dari Maha Pengasih dan Maha Penyayangnya Allah SWT yang telah memberikan kita begitu banyak nikmat yang tak terhingga






"Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS Ibrahim; 14:34)

Di ayat lainnya, Allah SWT berfirman






"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (QS An-Nahl; 16:78)
 

Sabtu, 25 Desember 2010

Bangkrut

Kali ini gak mau panjang-panjang nulis deh....semoga kita tidak termasuk orang yang disebut dalam hadis berikut
Dari Abu Hurairah ra, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tahukah kalian siapa sebenarnya orang yang bangkrut?" Para sahabat menjawab, "Orang yang bangkrut menurut pandangan kami adalah seorang yang tidak memiliki dirham (uang) dan tidak mermliki harta benda". Kemudlan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa dan zakatnya, (tapi ketika hidup di dunia) dia mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain (secara bathil), menumpahkan darah orang lain (secara bathil) dan dia memukul orang lain, lalu dia diadili dengan cara kebaikannya dibagi-bagikan kepada orang ini dan kepada orang itu (yang pernah dia zhalimi). Sehingga apabila seluruh pahala amal kebaikannya telah habis, tapi masih ada orang yang menuntut kepadanya, maka dosa-dosa mereka (yang pernah dia zhalimi) ditimpakan kepadanya dan (pada akhirnya) dia dilemparkan ke dalam neraka." (Riwayat Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan lainnya)

Rabu, 08 Desember 2010

Akhlak kepada orang tua

Mutiara pengajian bulan Oktober '10 tentang Bakti ke orang tua dan silaturahim:


Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

« رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ »


"Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina." Ada yang bertanya, "Siapa, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga."
(HR. Muslim) 

 

Beberapa ayat Allah tentang berbakti kepada orang tua


Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra’: 23)