Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2011

Adab dalam berdoa

Di ambil dari buku "Doa dan Zikir" syaikh Yazid bin Abdul Qadir Jawaz (plus beberapa sumber di Internet untuk poin yang tidak ada hadisnya)
==============================================
Di antara adab berdoa dan beberapa faktor penyebab dikabulkannya doa adalah sebagai berikut; 
  • Ikhlas karena Allah SWT semata  

  • Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah SAW dan diakhiri dengan hal yang sama
     
  • Bersungguh-sungguh dalam berdoa serta yakin akan dikabulkan
     
  • Mendesak dengan penuh kerendahan dan tidak terburu-buru

Jumat, 18 Februari 2011

Doa berlindung dari 8 hal

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ 
الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ


”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

Pembahasan lengkapnya silahkan simak disini http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/rahasia-do-a-mengatasi-hutang.htm

Jumat, 28 Januari 2011

Persiapan perjalanan (1) Doa dalam perjalanan

Senin depan insya Allah saya harus siap-siap ke Angola. Mumpung ada waktu, cari referensi dulu tentang persiapan perjalanan. Saya mulai dengan doa perjalanan, dan ternyata lumayan banyak doa yang bisa kita panjatkan dari mulai keluar rumah sampai tempat tujuan.


Dalam perjalanan kita disunahkan untuk memperbanyak do'a karena kondisi dalam perjalanan adalah saat yang mustajab (untuk dikabulkannya doa).



Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَالْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
“Tiga do’a yang tidak diragukan lagi terkabulnya yaitu do’a seorang musafir, do’a orang yang terzholimi, dan do’a orang tua kepada anaknya.”



Doa ketika keluar rumah
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنْ أَنْ أَضِلَّ اَوْ اُضَلَّ اَوْاَزَلََّ اَوْاُزِلَّ اَوْاَظْلَمَ اَوْاُظْلِمَ اَوْاَجْهَلَ اَوْيُجْهِلَ عَلَيَّ
"Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari tersesat dan disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari kegelapan dan digelapi dari berbuat bodoh dan dibodohi orang"



lalu dilanjutkan dengan do'a ini
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَاِلاَّبِاللهِ


"Dengan menyebut nama Allah aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah"


Doa naik kendaraan
Diawali dengan “Bismillah, bismillah, bismillah”. Ketika sudah berada di atas kendaraan, hendaknya mengucapkan, “Alhamdulillah”. Lalu membaca;



سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
“Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami"
Kemudian mengucapkan, “Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah”. Lalu mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” Setelah itu membaca;
سُبْحَانَكَ إِنِّى قَدْ ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau"



Kemudian dilanjutkan dengan
اَللّهُمَّ إِنَّانَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَاالْبِرَّوَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَاتُحِبُّ وَتَرْضَى، اَللّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا، وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ. اَللّهُمََّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِيْ السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُ فِيْ الأَهْلِ وَالْمَالِ. اَللّهُمَّ إِنَّانَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِالسَّفَرِوَكَآبَةِالْمُنْقَلَبِ وَسُوْءِالْمَنْظَرِفِيْ الأهْلِ وَالْمَالِ وَالْوَلَدِ
Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang Engkau sukai dan Engkau ridhoi. Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah! Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga dan harta (ku). Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu darikelelahan dalam bepergian, tempat kembali yang menyedihkan dan pemandangan yang jelek dalam keluarga, harta dan anak.



Membaca Do’a Ketika Mampir Di Suatu Tempat
Dari Khowlah binti Hakim As-Sulamiyah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَأَعُوذُبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْيَضُرُّهُشَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
“Barangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia mengucapkan; ”A’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq.” (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk)”, maka tidak ada satu pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat tersebut.”

juga do'a berikut
اَللّهُمَّ اِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ اَهْلِهَا وَخَيْرَمَا فِيْهَا،وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ اَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya 
Daftar referensi blog
http://mromi.wordpress.com/2009/02/11/doa-ketika-akan-berangkat-haji/ 

http://asmssl0812.blog.friendster.com/tag/doa-dalam-perjalanan/


Selasa, 04 Januari 2011

Sebab-Sebab Tertolaknya Doa

Alhamdulillah dapet kiriman artikel bagus dari Pak Aslam. Agak panjang tapi penting untuk dibaca
===================================================
 [Diterjemah dari Syurut Ad-Du'a wa Mawani' Al-Ijabah hal. 17-21 karya Said bin Wahf Al-Qahthani, dengan sedikit perubahan]

Di antara sebab-sebab tertolaknya doa adalah sebagai berikut:

Sebab pertama: Bergampangan dalam hal yang haram, baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, dan pemberian makan. [1]
Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan kaum mukminin dengan perintah yang juga Dia tujukan kepada para rasul, “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”[2] dan Dia juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”[3] Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang letih dalam perjalanannya, rambutnya berantakan, dan kakinya berpasir, seraya dia menengadahkan kedua tanganya ke langit dan berkata, “Wahai Rabbku, wahai Rabbku.” Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dari yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan.[4]

Kamis, 09 Desember 2010

Do'a kafaratul majlis

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang duduk di suatu majlis dan banyak salah, lalu sebelum beranjak dari majlis tersebut, ia mengucapkan,


سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنِتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

[Maha suci Engkau, Ya Allah. Dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu], melainkan diampuni baginya dosa yang terjadi di majlis itu."(HR. at-Tirmidzi) 


lebih lengkapnya lihat disini
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatmaklumat&id=100