Ada satu peribahasa yang sudah umum "Buah tak jatuh jauh dari pohonnya". Satu anggapan yang menyatakan kalau kelakuan anak mencerminkan kelakuan orang tuanya.
Ada juga anggapan lain, kalau kita durhaka kepada orang tua kita, maka kelak anak kita akan durhaka juga kepada kita.
Sebagai orang tua menjadi kewajiban kita untuk mendidik anak dan keluarga kita. Di dalam buku "Mendidik Anak Perempuan" karya Abdul Mun'im Ibrahim, saya temukan beberapa referensi yang mungkin berkenaan dengan hal ini
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 Maret 2011
Kamis, 23 Desember 2010
Belajar dari Luqman Al Hakim
Sewaktu Balikpapan, anak saya bersekolah di SDIT Luqman Al Hakim. Penasaran juga sih, siapa sih Luqman Al Hakim?? kenapa namanya bisa dipakai oleh SDIT yang dikelola oleh Ponpes Hidayatullah ini.
Alih-alih menunjukan referensi tentang beliau, Bu Kepsek yang saya temui waktu itu malah merujuk kami untuk membaca surat ke 31 dalam Al Qur'an. Dan Subhanallah!!!...disitu saya temukan nama “Luqman” sebagai satu surat dalam Al Qur'an. Tambah penasaran deh terhadap orang yang luar biasa ini.
Dan ternyata benar!!!....begitu banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari beliau, terutama mengenai metoda pengajaran terhadap anak.
Selasa, 21 Desember 2010
Mengajak anak shalat
"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). " (QS Luqman 31:17)
“Perintahkan (di hadis lain “ajarkan”) anak-anak kalian sholat ketika mereka berusia 7 tahun dan pukulah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka” (HR Ahmad dan Abu Daud)
![]() |
| http://papyrusbooks.blogspot.com/ |
Pertama kali baca hadis ini, hati ini berkata “serem amat ya Islam, main pukul segala”. Setelah direnungkan ternyata nggak. Coba deh baca lagi, ternyata ada rentang waktu 3 tahun lho untuk suatu proses yang namanya “pembiasaan” atau “pembelajaran”.
Kalau setelah 3 tahun ternyata anak masih suka melalaikan shalatnya, maka paling tidak ada dua kemungknan logis
- cara orangtua yang salah
- atau anaknya memang yang ndableg
Saya sendiri, cenderung kepada kemungkinan yang pertama.
Langganan:
Postingan (Atom)
